Selasa, 22 November 2011

Teknik Menemukan Kalimat Utama Paragraf


Teknik Menemukan Kalimat Utama Paragraf
Ada beberapa petunjuk untuk menentukan bahwa sebuah kalimat mengandung ide pokok atau tidak. Kalimat yang mengandung ide pokok adalah kalimat utama paragraf dan kalimat yang tidak mengandung ide pokok adalah kalimat penjelas atau mungkin kalimat sumbang. Nurhadi (1989:7) menyatakan “fungsi kalimat dalam sebuah paragraf ada dua macam, yaitu (a) sebagai wadah gagasan utama dan (b) sebagai penjelas, yaitu menjelaskan kalimat utama atau sebagai penunjang saja”. Untuk menemukan kalimat yang mengandung ide pokok, kita bisa melihat kata-kata kunci yang mengawali kalimat itu. Peganglah kata-kata kunci itu untuk memutuskan apakah itu ide pokok atau bukan. Kata kunci adalah kata yang terdapat pada sebuah kalimat, kata yang amat dipentingkan.
Kata kunci dalam paragraf, realitanya dapat berupa (1) kata yang diulang-ulang, (2) kata ganti, atau (3) kata atau frase transisi. Untuk memperjelas uraian tersebut, berikut ini disajikan contoh paragraf.
(1) Binatang itu makhluk, seperti juga manusia. (2) Semua isi alam ini makhluk, artinya ciptaan Tuhan. (3) Ciptaan Tuhan yang paling berkuasa di dunia ialah manusia. (4) Bahkan, dikatakan bahwa manusia itu wakil Tuhan di dunia. (5) Manusia diizinkan oleh Tuhan memanfaatkan semua isi alam ini untuk keperluan hidupnya. (6) Akan tetapi, manusia dilarang menyakiti, menyiksa, dan menyia-nyiakannya. (Soedjito dan Hasan, 1986:44)

Contoh paragraf di atas menunjukkan bahwa kata kuncinya adalah kata yang diulang-ulang. Pengulangan kata makhluk terjadi pada kalimat (1) dan (2). Pengulangan yang paling banyak adalah pengulangan kata manusia pada kalimat (1), (3), (4), (5), dan (6). Hal itu menunjukkan bahwa kalimat (1) adalah kalimat utama paragraf tersebut karena kata-kata yang diulang berada pada kalimat (1).
Perhatikan pula contoh paragraf berikut ini.
(1) Pembaca selalu ingin dapat membaca dengan tenang, bebas, dan leluasa. (2) Ia ingin berdikari, berpikir sendiri, menimbang-nimbang sendiri, menarik kesimpulan sendiri, dan akhirnya menilai sendiri. (3) Segala macam nasihat dan anjuran dalam karangan yang diakhiri dengan pidato, amanat, dan sebagainya akan disambut-nya dengan rasa tak senang. (4) Ia akan merasa senang jika diperlakukan sebagai lawan bicara yang telah dewasa. (5) Ia tidak mau lagi dianakkemarinkan.

Contoh paragraf di atas menunjukkan bahwa kata kuncinya adalah kata pembaca beserta kata gantinya. Pada kalimat (2) diganti dengan kata ia, kalimat (3) diganti dengan –nya, kalimat (4) dan (5) juga diganti dengan ia. Semua kata ganti itu menggantikan kata pembaca yang ada di kalimat (1). Dengan demikian, kalimat utama paragraf tersebut adalah kalimat (1).
Lain lagi dengan contoh paragraf berikut ini.
(1) Tenaga kerja di Jawa, Madura, Bali, dan Lombok berlebih, sedang di pulau lain sedikit. (2) Akibatnya, pembangunan belum dapat dilakukan secara merata. (3) Oleh karena itu, sebagian penduduk dari keempat pulau itu dipindahkan ke pulau lain.

Pada contoh paragraf di atas, kata kunci yang diamati berupa kata atau frasa transisi. Kalimat (2) memiliki kata transisi akibatnya dan kalimat (3) memiliki frasa transisi oleh karena itu. Hanya kalimat (1) yang tidak memiliki kata atau frasa transisi. Kalimat utama paragraf tersebut adalah kalimat (1).
Untuk menemukan kalimat utama paragraf, kita harus memperhatikan kalimat dengan memadukan tiga macam kata kunci tersebut. Perhatikanlah kalimat yang ada dalam paragraf yang memiliki ciri-ciri: (1) kata atau kata-katanya diulang di kalimat lain, (2) kata atau kata-katanya mendapat pengganti di kalimat lain, dan (3) kalimat yang sama sekali tidak memiliki kata atau frasa transisi. Kalimat yang memenuhi ketiga ciri tersebut adalah kalimat utama paragraf. Manakah kalimat utama dari paragraf di bawah ini?
(1) Krisis minyak bumi yang disebut juga krisis energi menambah parahnya inflasi. (2) Memang, sukar sekali mengendalikan inflasi. (3) Sekarang ini seluruh dunia bekerja keras untuk mengekang inflasi. (4) Dalam waktu singkat, harga minyak naik empat kali lipat. (5) Biaya tranpor ikut naik; ongkos produksi pun naik sebab pabrik-pabrik menggunakan minyak bumi. (6) Harga barang pun ikut naik dan inflasi pun makin parah.

1 komentar: